belengboy |
crazy..happy..freak...funny...fools...thats the parts of my life.. |
hari ini murid kls 3 demo di lapangan kls 3
tujuan awal tolak mutasi guru smansa yg berkualitas
bawa spanduk, poster-poster bershoutout, serta surat bermaterai yg siap untuk ditanda tangani oleh pak muslichawalnya michelle bertanya soal persiapan uas kepada pak adi, karena pd saat itu guru yg ada di situ cuma pak adi.
pertanyaan kedua dari ita yg memancing tentang mutasi guru
lalu dimulailah demo..kami semua berteriak “TOLAK MUTASI, TOLAK MUTASI, TOLAK MUTASIIIIIIIIII” atau “PAK MUSLICH MANA, PAK MUSLICH MANA, PAK MUSLICH MANAAAAAA” berulang kali
pak ompu, pak made, pak adi yg menenangkan, tidak kami gubris smpai pak muslich datang sambil dengan penuh suka cita menggoyangkan jempolnya ke atas (apa cb maksudnya ya kan?!)oke problem utama kt masalah protes kita tentang mutasi guru
kalau smala yg beberapa hari lalu sempat demo jg, hasil dari demo mereka memang sukses, tapi guru tersebut tetap akan di mutasi tetapi setelah kelulusan kelas 3 nanti.
sementara kami smansa, menginginkan guru” kami yg rencananya akan dimutasi tetap mengajar di smansa, bukan cuma sampai kelas 3 lulus, melainkan sampai batas usia mereka mengajar alias pensiun.
kenapa? karena kita menginginkan mutu smansa tetap terjaga sampai nanti di masa depan, demi kepentingan adik-adik kelas kami juga.pak muslich bicara panjang lebar dan berbelit-belit
ibu yuli juga angkat suara karena beliau tidak suka cara kami menyampaikan pendapat seperti ini
lalu, ibu siti sihaloho, guru akutansi ips kls 3 yg berkualitas yg akan dimutasi bersuara.
beliau menceritakan kisah perjalanan mengajarnya di smansa yg 1 maret nanti genap mencapai 28 tahun mengabdi di smansa.
kami semua bersorak setuju dengan apa yg diutarakan ibu siti.
kami berniat memperjuangkan nasib para guru saat ini yg situasinya lagi gamang.
namun ada yg agak salah dan seharusnya tidak perlu diungkit pada saat itu, ibu siti memberitahu kalau pernah ada kasus pengeluaran dari dana sekolah yg tidak tercatat di pembukuan sekolah.setelah pak muslich berbicara blablabla gak penting, beliau sepakat untuk menanda tangani surat bermaterai tersebut dan kami anggap sudah agak teratasi.
tapi emosi kami sempat terpancing, dengan apa yg dikatakan ibu siti tdi.
maka mulailah merembet berganti topik menjadi, pembayaran uang bimbel.semua berdebat dengan ibu yuli.
ada yg minta kepastian bayar berapa, jumlah yg dikasikan ke osis berapa dan knp musti cm 100ribu aja, di koran nunjukin kalo sekolah tidak diperbolehkan memungut biaya apapun, dll
memang benar tahun ini sekolah tidak diperbolehkan memungut biaya apapun, tapi ada persyaratan lebih lanjutnya..
itu cuma berlaku untuk jam belajar, uang bimbel yah memang harus ada sih sebenarnya. syukur-syukur kt jg udh gak bayar sekolah lagi.
ibu yuli pun berani berjanji uang tiap anak yg dikasikan ke osis cuma 100ribu.
pada saat perdebatan antara ibu yuli dan murid-murid, seharusnya kt jg biarkan beliau berbicara menjelaskan dan menyimak baik-baik.
bahkan, ada poster yg bertuliskan, “bu yuli berlidah dua” seharusnya tidak boleh menyudutkan 1 pihak kalo mau demo, hal itu jelas salah dan otomatis bu yuli merasa tersinggung
sangat disayangkan, ada seorang murid, yg berkata kepada ibunya dengan suara lantang menyatakan bahwa dia mewakili kelas 3 merasa sangat kecewa sm ibu yuli blablabla dan di akhir kalimat memberi pertanyaan kepada ibu yuli, “apakah ibu siap mengundurkan diri menjadi bendahara smansa?”
lagi-lagi pertanyaan ini amat sangat menyinggung perasaan seorang guru, apalagi disampaikan dengan suara lantang menggebu-gebu.
bagaimanapun, beliau adalah seorang guru di smansa, guru adalah orangtua kedua kita di sekolah, apakah pantas kita membentaknya? bahkan menyuruhnya untuk mengundurkan diri jdi bendahara?menurut pandangan saya jelas itu salah besar
kita gak boleh bersikap gegabah
dengarkan dulu ceritanya, kita olah baik-baik, apabila ada kejanggalan, pikirkan baik-baik apakah ada bukti atau tidak, kalo kita asal bicara, menyudutkan seorang pihak, jelas kita yg salah.
pak muslich akhirnya menyuruh tiap perwakilan kelas ke audit untuk membentuk forum tertutup
tapi pd akhirnya semuanya jg msk hahahaseprti yg telaj kalian baca, tujuan kita demo sudah melenceng jauh kan? dari menolak mutasi, menjadi uang bimbel hhhhh ribet deh
di audit hadir 7 orng pembicara (pak muslich, bu yuli, 1 perwakilan komite pak sukiran kah tukiran kah kunciran kah gak tau dah, bu yayuk, pak muji, pak made wija, dan 1 bpk” berkacamata yg kurang terekspos) yah sebenarnya yg aktif bicara cm 3 orng aja ehehe
pak muslich membuka dengan bicara panjang lebar aku gak denger juga ngantuk eh pantatku sakit ._.
lalu pak sukiran kah tukiran kah kunciran kah gak tau dah mulai bicara dengan tegas (aku jg gak nangkep hehe soalnya ngantuk)
cara beliau bicara yg lantang dan tegas bikin anak” jdi silent dan agak takut jg sih ehehe beda sm cara bicara pak muslich yg menyek-menyek bikin ngantuk ._.
di ruangan ini pun banyak jg anak” yg masih bertanya tentang uang bimbel dan hanya 2 atau 3 orng yg bertanya mengenai mutasi guru tujuan awal demo ckck
(maaf yg di audit kurang begitu menyimak karena ngantuk, pegel, laper, haus, dan ditambah asyik ngobrol sm ella nuel smbil baca majalah b-girl hhhhh)
pak muslich sempet gong gong jg nih, masa karena kita protes uang bimbel, masa bimbel mau ditidak adakan? nahlooooo bimbel itu penting bwt kls 3 pak!
pada suatu saat, ibu yuli berkata bahwa orang tua dari anita murid ipa sbi bertemu bu yuli dan pak muslich untuk minta kepastian uang bimbel.
anita, yg merasa tersinggung, naik emosinya dan kemudian berkata di depan umum bahwa orang tua dia tidak ada bertemu bu yuli dan pak muslich. anita jg membantah apabila ia dituduh menyebarkan kepada anak-anak untuk membayar uang bimbel hanya sebesar 250 ribu padahal jumlah yg harus di bayar yg tercantum di kertas itu 675 ribu
yah kalo gini masalahnya cuma misscomunication kan..pukul 12an siang, forum tersebut akan ditutup, hasilnya masalah mutasi guru pak muslich udh tanda tangan di surat bermaterai, masalah uang bimbel, ibu yuli berniat untuk mengembalikan semua uang kita, dan untuk sementara tidak ada bimbel.
namun, sebelum berakhir, ibu yuli angkat bicara.
beliau berniat mulai hari ini tidak mau lagi mengurusi peringkat pbs ugm, dan hari ini jg ibu yuli berniat untuk memfax data peringkat asli seluruh murid kls 3 smansa ke ugm.
kami semua shock. speechless. mau mati rasanya.
peringkat pbs ugm yg udh disusun sedemikian rupa, yg udh direkayasa msk 10 besar, bahkan sudah banyak sekali yg udh daftar online di ugmnya.
mayoritas murid smansa menggantungkan harapan di pbs ugm ini karena kesempatan masuknya besar.
tapi begitu dengar bu yuli bicara seperti itu, kt semua jiwanya goyah dan bingung entah mau ngapain lagi.
kami murid yg mendaftar pbs ugm bicara pd bu yuli dan bu yuli dengan kesal menjawab, “saya sudah capek. sudah baik hati saya mengurusi peringkat ini tapi kalian berbuat demikian terhadap saya. sekarang saya akan fax data asli ini ke ugm. apabila kalian sudah mendaftar dan tidak sesuai dengan peringkat asli, saya mohon maaf apabila anda semua tidak diterima di ugm.”
baiklah. itu udh bikin mood kita hancur kacau balau gak tau musti ngapain..
kata pak adi, beliau melihat bu yuli sudah mau ngefax data asli, namun sempat dicegah
kami pun berniat berbicara secara personal, dengan niat baik, dengan cara yg baik, besok hari kalo mood ibunya udh bagus, semoga aja beliau masih mau berubah pikiran…
yg udh dftr pbs ugm online dri smansa udh banyak, kalo ibunya ngirim, sm aja ibunya bermain api mau bikin nama smansa jelek dan bs di blacklist.
lagipula tanggal 9 nanti udh mau verifikasi di smansa. tesnya pun di smansa. mau taro dmn muka smansa kalo sampe ibu yuli berani berbuat itu..demo dengan tujuan awal menolak mutasi guru, merembet ke masalah uang bimbel, menuduh dan menyudutkan 1 pihak tanpa bukti jelas, dan kemudian yg kena imbas kami mayoritas murid smansa yg daftar pbs ugm.
kami murid kelas 3 yg dlm 40an hari ke depan akan menghadapi ujian akhir nasional, kami yg merasa masih amat sangat belum siap, kami yg masih ingin belajar banyak, di saat seperti ini kami dihadapkan masalah serumit ini.
mengganggu waktu belajar. mengganggu mental kami. mengganggu pikiran kami.
smansa yg kamu lihat dari luar adem ayem, sesungguhnya dalamnya menyimpan banyak masalah
smansa yg dikatakan sekolah unggulan, sesungguhnya memendam kepalsuanpeace!
stuju bikin malu nama smansa aj kak..
perhatikan dengan seksama
menembus alam kubur HAHAHA
indosat kalah hahahaha
pantesan indosat suka gangguan hahaha
pantes telkomsel dewa…
mau telp”an ama mayat aja bisa..hahaha….
perhatikan dengan seksama
menembus alam kubur HAHAHA
indosat kalah hahahaha
pantesan indosat suka gangguan hahaha
pantes telkomsel dewa…
mau telp”an ama mayat aja bisa..hahaha….
rona televisi menggelegar menyiarkannya…
well santai saja wo haha
tapi dia idolaku ces…
ibaratnya J.CO ku lahh…hahaha….
ew
iiiyuughhh ully posyingannya…
hahaha…
ini kann nemu wo !hahaha
tetp aj iyyuuugghh lyy..
hahhaha„,
rona televisi menggelegar menyiarkannya…
ew
iiiyuughhh ully posyingannya…
hahaha…
Teman-teman… Pernah nonton film Spiderman kan? Masih ingat quote Uncle Ben di film Spiderman 1? Uncle Ben bilang ke Peter Paker (Spiderman): “Remember, with great power comes great responsibility.” Waktu itu. Uncle Ben bilang seperti itu karena melihat tingkah polah Peter Parker yang menunjukkan perubahan semenjak digigit laba-laba dan menjadi Spiderman. Dan itu percakapan terakhir Peter dengan Uncle Ben, karena setelah itu Uncle Ben tewas tertembak perampok. Sejak itu, Peter selalu mengingat ucapan pamannya tersebut yang kemudian membuatnya memanfaatkan power yang dimilikinya untuk menjadi superhero Spiderman yang menolong orang-orang, mulai dari musibah kebakaran, sampai melawan seterunya, Norman Osborn dan musuh-musuh lainnya sepeti Venom dan Sand Man.
Meski hanya sepenggal skenario, namun menurut saya statement dari Uncle Ben (yang sebenarnya berasal dari si pembuat komik Spiderman, Stan Lee) tersebut bisa bermakna sangat dalam, baik dalam kehidupan kita yang sebenarnya maupun dalam studi Hubungan Internasional, dimana hampir setiap mata kuliah dan hampir di setiap perkuliahan di disinggung masalah “power”, namun jarang diikuti dengan “responsibility”.
Power di deskripsikan sebagai suatu kelebihan, kekuatan, kekuasaan, kemampuan untuk memberi pengaruh bagi komponen-komponen disekitarnya. Kelebihan, kekuatan, kekuasaan, kekayaan, serta kemampuan untuk mempengaruhi, berbanding lurus dengan tanggung jawab yang harus di emban. Sebuah filosofi yang idealnya harus dimiliki oleh orang-orang yang diberkahi dan diberi nikmat kelebihan dibanding orang-orang disekitarnya yang bahkan terkadang harus mengemis demi sesuap nasi.
Semakin banyak dan semakin hebat kelebihan dan kekuatan yang dimilikinya berarti semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul dikarenakan kelebihannya itu. Sebenarnya tidak perlu orang-orang hebat, terkenal, atau pejabat sekalipun untuk memaknai dan meresapi filosofi ini. Setiap orang yang hidup di dunia, pasti dibekali kelebihan-kelebihan tersendiri dibanding orang lain disekitarnya. Setiap orang juga punya peran masing-masing yang tidak kalah penting walaupun mereka orang kecil. Karena itu, menurut saya benar adanya jika setiap manusia itu adalah khalifah (pemimpin). Setiap orang mempunyai peran sendiri-sendiri yang apabila dilaksanakan menggunakan power masing-masing dengan penuh tanggung jawab akan membawa kemaslahatan bagi orang banyak.
Berkaca pada kondisi kepemimpinan di sebagian besar masyarakat kita, pola pikir yang lebih banyak berkembang adalah siapa yang paling kuat maka dialah yang “berkuasa”. Sayangnya hanya sedikit yang kemudian melanjutkan dengan pola pikir “with great power comes great responsibility” untuk mengontrol kata “berkuasa” tersebut. Akibatnya kekuasaan hanya dijadikan alat untuk memperkaya diri atau untuk kepentingan bisnis pribadi. Kekuasaan menjadi wahana untuk berkuasa kembali dan mempertahankan kekuasaannya. Idealnya, semakin tinggi kekuatan dan kekuasaan harusnya semakin takut dia bila tidak dapat memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk melindungi dan mengayomi orang-orang dibawah kepemimpinannya. Apalagi bila ia dengan sengaja berani mengambil yang bukan haknya demi kepentingan pribadi.
Haruskah para pemimpin kita untuk mempelajari filosofi Spiderman tersebut, yang lahir karena menyesal ketika tidak dapat menolong orang yang disayanginya padahal ia punya kekuatan dan kesempatan untuk mencegahnya? Atau menunggu sampai masyarakat di sekitarnya serta cucu-cucunya nanti mendapat getah dari perbuatannya baru memahami bahwa kekuasaan dan kekuatannya itu dapat mencelakakan orang lain bila tidak digunakan dengan penuh tanggung jawab?
the answer lies in you…
oh fuck
mau
aku mau yang toph(ijo)
aku mw yang appa (abu”)..